Pesawat Tempur Murah Textron Scorpion

Pesawat tempur murah meriah buatan Textron

Textron Airland Scorpion at the 2014 Royal International Air Tattoo
Textron Airland Scorpion at the 2014 Royal International Air Tattoo

Textron Scorpion

Textron Scorpion

Keuntungan pesawat ini di antaranya adalah harganya yang relatif murah. [REF]

Textron has estimated the Scorpion’s price at under $20 million (compared with about $60 million for a speedier and more sophisticated F-18 Hornet)

Selain harganya murah, ongkos operasionalnya juga murah [REF]:

But another key number is the cost for an hour of flight time, which Anderson estimates at about $3,000 an hour, compared with $15,000 or more for high-end fighters.

Sumber:

Analisa Jatuhnya F-16D Dalam Kecelakaan Latihan Perang NATO

F-16D serial number 084, the aircraft that crashed
F-16D dengan nomor seri 084 yang jatuh

Pada tanggal 26 Januari 2015 terjadi kecelakaan pesawat F-16D milik Yunani yang jatuh ketika sedang mengikuti latihan perang NATO Tactical Leadership Program (TLP) 2015 di pangkalan udara Los Llanos, Spanyol selatan.

Lokas kecelakaan di Los Llanos, Spanyol
Lokas kecelakaan di Los Llanos, Spanyol

Pesawat F-16D Yunani yang jatuh tersebut hanya sempat mengudara selama 7,8 detik. Waktu yang sangat singkat bagi kedua pilot untuk memahami apa yang terjadi, namin tidak cukup waktu untuk terjun dari pesawat tersebut sebelum pesawat tersebut jatuh ke tarmac di pangkalan udara Los Llanos di Spanyol selatan. Kecelakaan ini terjadi pada waktu latihan perang NATO Tactical Leadership Program (TLP) 2015.

Asap setelah kecelakaan
Asap membubung setelah kecelakaan

Sepuluh orang – delapan dari mereka penerbang Perancis di landasan- meninggal seketika pada kecelakaan 26 Januari 2015 tersebut, termasuk kedua pilot F-16D tersebut, Panagiotis Laskaris, (35 tahun), dan Athanasios Zagas (32 tahun). Salah satu pilot Perancis meninggal di rumah sakit pada hari berikutnya, meningkatkan jumlah korban tewas menjadi 11. Tiga puluh tiga personil ground crew Perancis dan Italia mengalami luka-luka , beberapa dari mereka serius.

Pesawat yang rusak

Pesawat lain yang rusak (http://www.defensenews.com/story/defense/air-space/strike/2015/01/29/spain-f-16-crash-france-air-chief-mercier-engine-failure/22517145/)

Kecelakaan itu juga menyebabkan kerugian sebanyak 9 pesawat tempur hancur atau rusak, termasuk F-16, dua buah Mirage 2000 (Perancis), dua Alpha Jets (Perancis), Rafale (Perancis), dua AMX (Italia) dan F-15E (US Air Force). Tampaknya hanya F-15, satu AMX dan Rafale yang dapat diperbaiki.

Kecelakaan ini adalah kerugian jiwa terburuk dalam sejarah militer Perancis sejak serangan berdarah di Afghanistan pada tahun 2008 [CNN: 10 French soldiers killed in Afghan fighting].

Lebih buruk lagi adalah sebenarnya peristiwa jatuhnya pesawat F-16D tersebut sebenarnya dapat dihindari.

Pada tanggal 27 Juli, tim investigasi internasional mengungkapkan bahwa seseorang ternyata tidak sengaja sengaja mengatur sirip tegak (rudder) pada pesawat F-16D ke arah penuh ke kanan (full right) sebelum lepas landar, dan tidak seorang pun di kokpit ataupun di ground crew yang menyadari kesalahan konfigurasi tersebut sebelum F-16D lepas landas.

ROYAL AIR FORCE FAIRFORD, England -- A member of the 100th Security Forces Squadron helps create a perimeter around a KC-135 Stratotanker as part of a stop alert exercise here April 13. The 100th Security Forces Squadron is located at Royal Air Force Mildenhall, England. (U.S. Air Force photo by Senior Airman Stacia M. Willis)
Contoh sirip tegak (rudder) pada pesawat KC135

“Setelah lepas landas, perintah melalui tongkat kendali oleh pilot dan gaya pada bidang kendali pesawat tidak cukup untuk  menjaga pesawat dalam penerbangan terkendali” (“After takeoff, pilot stick commands and the resultant control surface outputs were insufficient to maintain the [aircraft] in controlled flight,”) [Sumber]. Tim investigator memerlukan waktu 6 bulan untuk membuat laporan resmi tersebut.

Cara kerja sirip tegak (rudder)
Cara kerja sirip tegak (rudder)

Laskaris dan Zagas menyadari bahwa pesawat mereka pasti akan jatuh, dan terjun sekitar 1 ~ 2 detik sebelum pesawat mereka jatuh, yang kemudian menyebabkan landasan menjadi daerah kehancuran. Kedua pilot tersebut terkena ledakan dan tewas seketika.

Angkatan udara Yunani dan pengguna F-16 lainnya seharusnya memiliki prosedur yang ketat untuk mencegah pesawat lepas landas pengaturan sirip tegak yang salah. Tapi prosedur tersebut gagal sebelum kecelakaan Los Llanos.

NATO memberikan kepada para pilot yang berpartisipasi dalam latihan perang TLP tiga lembar checklist berlaminasi yang khusus untuk latihan – dan, menurut peneliti, “peralatan penerbangan tambahan yang dimaksudkan untuk dibawa dalam [pesawat].” Mungkin untuk menampung daftar pemeriksaan tambahan, Laskaris menaruih tas penerbangannya dalam tas peta kokpit. Tampaknya ia membawa lembaran tersebut dengan longgar.

Praktek standar untuk kru darat adalah memeriksa pesawat selama jeda di ujung landasan sesaat sebelum lepas landas. Pemeriksaan di ujung landasan ini seharusnya mampu mendeteksi adanya masalah sirip tegak tersebut.

Namun masalah tersebut tidak ketahuan, karena para penerbang Yunani tersebut mulai melakukan pemeriksaan sebelumnya, pada tempat parkir pesawat. “Perubahan prosedur ini diadopsi oleh semua skuadron Yunani sejak beberapa tahun sebelumnya dan menjadi praktek umum,” para peneliti menjelaskan.

“Perubahan inspeksi ujung landasa menyebabkan para pilot mengubah urutan yang standar, dan akibatnya daftar pemeriksaan sebelum lepas landas dilaksanakan lebih awal daripada yang seharusnya”

“Perubahan prosedural ini mengubah pola kebiasaan para pilot.” Alih-alih melaksanakan inspeksi dalam kokpit sesaat sebelum lepas landas, Laskaris melaksanakan inspeksi ketika F-16 masih parkir di tempat parkir pesawat.

Suatu saat ketika pesawat bergerak dari tempat parkir dan lepas landas, suatu benda di dalam kokpit secara tidak sengaja mendorong tuas yang mengatur posisi sirip tegak. Akibatnya sirip tegak tidak lurus, melainkan bergeser ke arah kanan

Baik Laskaris atau Zagas tidak menyadari bahwa pesawat mereka tidak layak untuk lepas landas. Suatu benda di dalam kokpit yang menyenggol tuas sirip tegak dan prosedur yanag ceroboh menyebabkan kecelakaan tidak dapat dihindari.

Pesawat F-16D naik ke udara dengan kecepatan lebih dari 100 mil per jam, pesawat F-16 berada dalam kesulita, karena sirip tegak yang mengarah ke kanan mendorong pesawat ke arah kanan, dan menyebabkan hidung pesawat mengarah ke bawah.

Sebenarnya jika sirip tegak digerakkan ke arah berlawanan dapat membantu  pesawat untuk selamat. Namun Laskaris tidak menyadari hal tersebut , karena dari pengalaman lepas landas sebelumnya, sirip tegak hanya perlu diatur sedikit saja.

Dua penerbang Yunani terjun dari pesawat, namun terlambat. F-16 tersebut terhempas ke tanah, dan kedua pilot meninggal dalam ledakan yang terjadi sesudahnya.

F-16D milik Yunani, serupa dengan yang jatuh
F-16D milik Yunani, serupa dengan yang jatuh

 

Film dari pangkalan LosLlanos setelah kecelakaan

Sumber Berita

Daftar pesawat yang terlibat dalam kecelakaan

Daftar pesawat yang terlibat dalam latihan militer Tactical Leadership Program (TLP) 2015-1

  • 3 Lockheed Martin F-16C dan 1 F-16D yang jatuh, Hellenic Air Force (341 Mira from Almiros/Nea Anchialos)
  • 4 Eurofighter EF2000s, Spanish Air Force (ALA 11 dari Morón)
  • 2 Dassault Rafales, French Air Force (EC 01.091 dari BA113 Saint Dizier)
  • 2 Dassault Mirage 2000Ds, French Air Force (ETD 02.007 dari BA133 Nancy/Ochey)
  • 2 Mirage 2000-5, French Air Force (EC 01.002 dari  BA116 Luxeuil/St.Sauveur)
  • 5 McDonnell Douglas AV-8B+, Italian Naval Aviation (Gruppo Aerei Imbarcati from Grottaglie/Taranto)
  • 3 Boeing (McDonnel Douglas) F-15E Strike Eagle, 492nd Fighter Squadron, US Air Force in Europe (dari RAF Lakenheath)
  • 2 Dornier / Dassault Alpha Jets, French Air Force (EE 02.002 dari BA120 Cazaux)
  • 2 AMX, Italian Air Force (132° Gruppo from Istrana)
  • 4 Panavia Tornado IDSs, German Air Force (Taktisches Luftwaffengeschwader 33 dari Büchel)
  • 2 British Aerospace Hawk, Royal Air Force (No. 100 Squadron dari RAF Leeming)

Kecelakaan Pesawat F-117

Kecelakaan pendaratan F-117
Kecelakaan pendaratan F-117

Pesawat tempur F-117 adalah pesawat tempur siluman buatan Amerika. Dalam foto ini salah satu pesawat tersebut mengalami kecelakaan ketika melakukan pendaratan. Kemungkinan kecelakaan terjadi karena kesalahan teknis di pesawat atau di landasan.

Kecelakaan lain yang melibatkan F-117: http://www.f-117a.com/793.html

Sumber:

 

Pembom Siluman B-2 Spirit dari Amerika Serikat

A B-2 Spirit dropping Mk.82 bombs into the Pacific Ocean in a 1994 training exercise off Point Mugu, California, near Point Mugu State Park.
A B-2 Spirit dropping Mk.82 bombs into the Pacific Ocean in a 1994 training exercise off Point Mugu, California, near Point Mugu State Park.

Northrop Grumman adalah kontraktor utama untuk Angkatan Udara AS B-2 Spirit siluman bomber. The-B 2 adalah, jangka panjang rendah diamati, strategis, pembom berat mampu menembus perisai pertahanan udara canggih dan padat. Hal ini mampu misi serangan semua ketinggian hingga 50.000 kaki, dengan jangkauan lebih dari 6,000nm unrefuelled dan lebih 10,000nm dengan satu pengisian bahan bakar, memberikan kemampuan untuk terbang ke titik manapun di dunia dalam beberapa jam.

Continue reading Pembom Siluman B-2 Spirit dari Amerika Serikat

Pesawat Tempur Amerika Serikat Termahal

Berikut ini 10 pesawat tempur Amerika Serikat yang paling mahal.

  1. Northrop Grumman B-2 Spirit
  2. Lockheed Martin  F-22 Raptor
  3. Boeing C-17A Globemaster III
  4. Boeing P-8A Poseidon
  5. Lockheed Martin VH-71 Kestrel
  6. Northrop Grumman E-2D Hawkeye
  7. Lockheed Martin F-35 Lightning
  8. Bell Boeing V-22 Osprey
  9. Boeing EA-18 Growler
  10. McDonnel Douglas F/A-18 Hornet

Berikut ini detail dari masing-masing pesawat tempur tersebut.

Continue reading Pesawat Tempur Amerika Serikat Termahal

Pesawat Pembom Kalinin K-7

K-7 Kalinin
K-7 Kalinin
K-7 Kalinin
K-7 Kalinin

 

K-7 Kalinin
K-7 Kalinin

k-7-kalinin-2

 

K-7 Kalinin
K-7 Kalinin

 

The Kalinin K-7 was a heavy experimental aircraft designed and tested in the Soviet Union in the early 1930s. It was of unusual configuration with twin booms and large underwing pods housing fixed landing gear and machine gun turrets.

In the passenger version, seats were arranged inside the 2.3-meter thick (7 ft 7 in) wings. The airframe was welded from KhMA chrome-molybdenum steel. The original design called for six engines in the wing leading edge but when the projected loaded weight was exceeded, two more engines were added to the trailing edges of each wing, one right and one left of the central passenger pod. Nemecek states in his book that at first only one further pusher engine was added.

Continue reading Pesawat Pembom Kalinin K-7

Pendaratan Tanpa Roda: Pakistan International Airlines Flight 300

Flying: What’s the strangest incident that’s happened on a commercial airline flight?
Obaidullah Khawaja
Obaidullah Khawaja, Founder and CEO at Sovoia
Here’s a good one thats popular with us Pakistanis in an ironic sort of way. In 1986 Pakistan International Airlines Flight 300 had a belly landing at Islamabad airport because the pilot forgot to lower the landing gear. That’s right, he simply forgot to lower the gear on a 747 jet. There were no injuries and the plane continued to fly for 19 more years after repairs

EDIT: So now I do know exactly how this happened thanks to a reliable source (name can’t be taken because he still flies planes)

There were 3 people in the cockpit that day, the pilot, co-pilot and I think what’s called the 1st officer. Normally there is an electronic safety system that alerts the guys in the cockpit about things such as the landing gear not being down.

This system is generally found to be irritating by pilots who can be quite dismissive and macho – trusting their own skills. In those days it apparently also made some errors in logic. And finally it goes “Warning! Warning!” in a loud shrill voice. So it was standard for PIA pilots at least to switch off the circuit breaker for this system and switch it back at 1000 ft

It was standard for the cockpit crew to switch back the warning system and for each of them to check that the landing gear is down as part of their landing checklist.

None of these things happened so the pilot basically landed the plane thinking that the landing gear was down. He only realised after hitting the ground that it wasn’t

The pilot called HQ right after getting off the plane and tendered his resignation. He never flew again.

The co-pilot Capt Ahsan Aftab Bilgrami flew again but unfortunately died when the plane he was flying crashed in the Himlayas near Gilgit

Boeing were ecstatic, apparently this is one scenario they had not stress-tested for

Here are some incredible pictures

EDIT: Since the above story has been so popular I thought I’d add another story from the 1970s which probably set the precedent for heroics by future generations of Pakistani pilots

According to http://www.historyofpia.com/acci…, the two pilots Salhejee and Mir had a misunderstanding about which one of them was flying the plane in the midst of a storm.

According to the site:

” The landing was going to be made by Capt. Mir. The weather was bad and Mir asked Salehjee to take over for the landing. Somehow, Salehjee didn’t hear the request, Mir thought that he had and so the approach was flown with nobody at the controls until impact! The pilots were unable to regain control of the aircraft and it veered off the runway. The Boeing 707’s main under carriage collapsed as it struck the runway very hard.

As seen in this photo, soon after aircraft’s crash landing PIA logo and titles were painted out from its tail and fuselage because Pakistan’s then Prime Minister Zulfiqar Ali Bhutto was due to arrive at the same airport on a VVIP PIA flight few days later. Later, this Boeing 707 was repaired and returned to active service with PIA”

Fly PIA – each plane has made history one way or the other

Pakistan International Airlines Flight 300
Pakistan International Airlines Flight 300
Pakistan International Airlines Flight 300
Pakistan International Airlines Flight 300
Pakistan International Airlines Flight 300
Pakistan International Airlines Flight 300
Pakistan International Airlines
Pakistan International Airlines